SBOBET ASIA

Prediksi Bola & Jadwal Terupdate

Suku Yang Ditakuti Saat BELANDA Menjajah Indonesia

2 min read

KEMBARQQ.COM – Indonesia dikenal dengan keberagaman suku dan budayanya. Suku-suku di Indonesia sebenarnya telah ada jauh sebelum penjajah masuk ke Tanah Air. Setelah penjajah masuk ke indonesia, seluruh rakyat Indonesia tentu saja berusaha mempertahankan Tanah Air tercinta. Tak terkecuali mereka suku-suku atau masyarakat asli di tiap daerah. Inilah suku-suku yang di takuti para penjajah :

1. DAYAK


Di Indonesia siapa si yang tidak kenal dengan suku yang satu ini. Saking ditakutinya, Belanda memberi julukan ‘Pasukan Hantu’ kepada para ahli perang dari suku Dayak. Suku Dayak adalah suku yang diketahui tinggal dan melakukan aktivitas di dalam hutan. Inilah alasan mengapa Belanda sulit menaklukkan orang-orang Dayak. Selain karena menguasai Medan, menurut pasukan Belanda. Tak hanya itu, orang dayak juga dikenal memiliki kemampuan bertarung yang handal. Selain hebat dalam bertarung jarak dekat menggunakan Mandau-nya, suku Dayak juga lihai bertarung jarak jauh menggunakan sumpit tiup yang beracun.

2. BUTON

Dulunya sebelum Indonesia ada, Buton lebih mirip negara monarki, karena mempunyai pemimpin atau raja, perdana menteri, tentara dan rakyat sendiri. Kerajaan Buton sejak dulu dikenal sebagai kerajaan yang sangat kuat. Buton dianggap wilayah yang strategis. Sebelum tiba di Maluku, kapal-kapal mereka akan singgah terlebih ke Buton terlebih dahulu. Tak hanya strategis,

3. NIAS


Nias memang terkenal dengan suku-sukunya yang mahir dalam bertarung. Wilayah yang paling sulit ditaklukkan di Nias adalah Kabupaten Nias Selatan, tepatnya di Orahili Fau, banua raja Lahelu’u Fau yang secara administratif kini dikenal sebagai Desa Orahili Fau di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Belanda harus menelan kekalahan berkali-kali saat melawan petarung-petarung dari Nias.

4. BATAK


Wilayah yang paling sulit ditaklukkan oleh Belanda di pulau Sumatra adalah wilayah Aceh dan Tanah Batak, kala itu dua wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Kerajaan Batak yang dipimpin oleh Sisingamangaraja XII. Belanda selalu kerepotan ketika harus berhadapan dengan tentara dari suku Batak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *